Jakarta, 28 Desember 2012
Kementerian PU Bermitra dengan Bank Mutiara Salurkan Kredit Usaha Kecil
| Oleh: Wildan Hakim, S.Sos Sub Proff Mass Comm. for PR KMP (wilayah 2) PNPM Mandiri Perkotaan |
Untuk kesekian kalinya, Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bermitra dengan perbankan guna menyalurkan kredit usaha bagi penerima manfaat di PNPM Mandiri Perkotaan. Pada Desember 2012 ini, Ditjen Cipta Karya bermitra dengan Bank Mutiara Tbk.
Kesepakatan untuk bermitra itu dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian PU dengan PT. Bank Mutiara Tbk. Melalui MoU tersebut, Bank Mutiara berkomitmen menyediakan layanan perbankan bagi masyarakat penerima manfaat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan. Penandatangan MoU dilakukan di Kantor Bank Mutiara di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, pada Kamis, 27 Desember 2012.
Direktur PBL Guratno Hartono bersalaman dengan Direktur Bank Mutiara Ahmad Fajar usai tanda tangan MoU
Dalam acara penandatanganan MoU ini Kementerian PU diwakili oleh Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Ditjen Cipta Karya Kementerian PU Guratno Hartono. Sementara untuk Bank Mutiara, MoUditandatangani oleh Direktur Bank Mutiara Ahmad Fajar dengan disaksikan direktur utamanya.
Dalam sambutannya, Guratno Hartono menyambut baik upaya kemitraan yang dijalin antara Kementerian PU dengan Bank Mutiara. Kemitraan semacam ini merupakan upaya memandirikan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan penerima manfaat di PNPM Mandiri Perkotaan. Guratno menjelaskan, sejauh ini sudah ada beberapa lembaga yang bermitra dengan BKM, di antaranya, PT. Bank BRI, PT BFI Finance Indonesia, Rotary Club Jakarta Center, serta PT Sun Microsystem.
Selain penandatanganan MoU, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Surat Persetujuan Prinsip Pembiayaan (SP-3) antara Pimpinan Bank Mutiara Cabang Bogor dengan calon debitur bernama Ernawati. Selama ini, Ernawati merupakan penerima manfaat dana pinjaman bergulir dari BKM Ciomas Rahayu, Kelurahan Ciomas, Kecamatan Ciomas Rahayu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pinjaman bergulir yang diperolehnya digunakan untuk mendukung aktivitas produksi sepatu perempuan, yang selama beberapa tahun ini digelutinya bersama keluarga.
Ernawati bersalaman dengan Kepala Kantor Cabang Bank Mutiara Bogor usai tanda tangan SPP-3
Pada tahap awal, kata Ernawati, Bank Mutiara akan mengucurkan kredit pengembangan usaha sebesar Rp3 juta. Rencananya, kredit tersebut akan digunakan untuk mendanai kegiatan pendukung produksi, seperti pembuatan kardus kemasan sepatu dan biaya pengerjaan akhir(finishing) sepatu.
“Untuk bahan pembuatan sepatu, biasanya kami bayar setelah ada pembayaran dari perusahaan yang selama ini membeli produk kami,” jelas Ernawati.
Dalam seminggu, usaha pembuatan sepatu yang dilakoni keluarga Ernawati ini mampu memproduksi 1.500 pasang sepatu. Dengan harga jual produk antara Rp50-60 ribu per pasang.
Sejak 2009, lanjut Ernawati, ibunya tergabung dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Cianjur. Melalui KSM itulah, ibunya mendapatkan pinjaman bergulir sebesar Rp500.000 di tahap awal. Setelah itu, ibunya mendapatkan pinjaman sebesar Rp1 juta. Ke depan, Ernawati berencana mengembangkan usaha pembuatan sepatu sendiri dan terlepas dari bisnis keluarga. [KMP W.2]
Berita terkait, silakan baca:
- Kementerian PU Gandeng Bank Mutiara Salurkan Kredit Mikro
- Bank Mutiara Siap Layani Masyarakat Penerima PNPM
Editor: Nina Firstavina

0 komentar:
Posting Komentar