Sabtu, 22 Desember 2012

Motivasi Buat Tim fasilitator


         Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang fasilitator untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan PNPM-Mandiri Perkotaan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang fasilitator yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam menjalankan program, apabila sang fasilitator PNPM sudah tidak mempunyai motivasi, maka bisa dikatakan PNPM akan diambang kehancuran atau tutup.
Motivasi dapat berupa motivasi intrinsic dan ekstrinsic. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang fasilitator termotivasi, fasilitator tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun bisa juga dikatakan seorang fasilitator melakukan pekerjaan karena hobbynya. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status ataupun kompensasi. Hal ini juga menjadi sangat penting untuk diperhatikan manajemen, dimana saat seorang fasilitator mempunyai motivasi yang kuat dalam melakukan pendampingan ditakutkan akan menjadi kendur disaat apa yang telah diperbuatnya tidak mendapat perhatian sama sekali.

  1. TEORI MOTIVASI
Fasilittator yang sukses dalam karir adalah fasilitator yang memiliki motivasi kerja. Jika seorang Fasilitator yang memiliki keterampilan begitu memukau dalam program, artinya dia memiliki motivasi tinggi untuk menguasai keterampilan itu. Jika seseorang yang mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan cepat, artinya dia memiliki motivasi kerja yang tinggi. Termasuk mereka yang selalu disiplin bekerja, karena motivasi kerjanya yang luar biasa. Dalam persaingan kerja dan juga dalam program pemberdayaan ini bukanlah hal yang mudah. Setiap tahun, akan muncul ribuan calon fasilitator baru yang siap menggantikan posisi Anda. Belum rekan kerja bahkan para pelamar barupun bisa mengancam karir kita jika tidak mampu mempertahankan kinerja yang baik. Jadilah yang terbaik, pertahankan motivasi kerja kita sebagai seorang fasilitator.
Ada beberapa teori yang saya kemukakan dalam tulisan ini:

Teori Proses, fokus pada bagaimana dan dengan cara apa perilaku didorong, diarahkan, dipertahankan, atau dihentikan
a. Teori penguatan                  -  B.F Skinner
b. Teori Harapan                     -  V.Vroom
c.  Teori Keadilan                    -  J.S. Adams
d. Teori Penetapan Tujuan     -  E.A. Locke


A.    TEORI PENGUATAN
•Perilaku fasilitator merupakan fungsi dari konsekuensi-konsekuensi dalam tugas bidangnya
•Fasilitator  berperilaku tertentu karena belajar dari masa lampau, bahwa perilaku tertentu dapat mendatangkan hasil yang menyenangkan atau tidak menyenangkan.hal ini seperti tidak berjalannya progress dianggap bukan karena masalah fasilitator tetapi karena masalah yang ditinggalkan fasilitator lama, hal ini sering kita dengar, seharusnya baik fasilitator baru berupaya merubah paradigma yang salah dimasyarakat dan meluruskan persepsi sehingga program akan berjalan sebagaimana yang diharapkan
•Teori penguatan tergantung pada prinsip pengkondisian sang Senior ataupun Koorkot untuk memotivasi anggotanya agar bisa kembali gairah dalam melaksanakan pekerjaan.

B.    TEORI HARAPAN (EKSPEKTANSI)
-       Berkaitan dengan harapan seseorang fasilitator dan bagaimana mempengaruhi perilaku.akan hal ini akan sangat penting diperhatikan baik oleh manajemen. Disaat sang Fasilitator menjalankan tugas dengan baik, maka manajemen memberikan reward bagi sang fasilitator.
-     Tingkat kecenderungan untuk bertindak negative harus diberikan konsekuensi peringatan tegas, dan kebalikannya bila berbuat hal positif harus diberikan reward
-       Contoh : Orang melakukan kerja keras (motivasinya untuk mendapat/mencapai) nilai tertentu, dan konsekuensi bagi tidak melakukannya. Untuk hal ini mungkin perlu dicermati karena untuk tugas sebagai fasilitator ini apa yang dilaksanakan dilapangan dapat berpengaruh baik atau buruk dalam skala luas ditengah masyarakat

C.   TEORI KEADILAN
Dasar:
-       Fasilitator akan menyukai perlakuan adil baik dari perhatian Senior maupun dari korkot hingga jajaran keatas. Akan hal ini sangat berpengaruh kepada perform baik di Tim faskel maupun di jajaran Korkot akan perhatian atasannya.
Nilai :
-       Dari rasa keadilan tersebut dapat kita faktorkan Upaya yang dilakukan fasilitator (hasil yang dilakukan) <>dibandingkan dengan fasilitator lain <> sebanding hasil yang diterima fasilitator lain ( artinya semua pekerjaan yang dilakukan fasilitator tidak ada pembedaan dan sebanding dengan yang akan diterimanya.



D.   TEORI PENETAPAN TUJUAN

• Proses penetapan tujuan Tim, yang melibatkan atasan dan bawahan untuk bekerja sama guna     menetapkan tujuan bawahan dalam periode waktu tertentu.
•Tujuan individu dan kepuasan merupakan penentu utama perilaku.
•Tujuan: target tertentu dari seorang fasilitator yang ingin dicapainya.

Dari apa yang disampaikan diatas hanya merupakan teori ahli yang dapat diimplementasikan kedalam tugas rutin baik ditingkatan Tim Faskel maupun di tingkatan korkot.

2.    APA YANG HARUS DILAKUKAN DALAM MEMOTIVASI FASILITATOR

Ketika teman sebagai fasilitator tidak mempunyai motivasi mungkin hal ini akan menjadi bom waktu didalam tim yang sewaktu-waktu akan dapat menghancurkan tim itu sendiri. Apa yang harus kita lakukan ?. Berdiam dirikah…? Atau membiarkan masalah ini berlarut-larut…? Akan hal ini coba saya kupas dengan pengalaman dilapangan.

Teknik Memotivasi dan Upaya untuk meningkatkan motivasi kerja didalam tim
a.    Pendekatan individu kepada fasilitator : memberikan perlakuan khusus pada individu fasilitator yang sudah inkonsistensi dalam kerjaannya.
b.    Pendekatan kepada pekerjaan : Merancang pekerjaan khusus meskipun tingkatannya sangat kecil yang dapat memberikan kepuasan batin fasilitator tsb.
Dari point yang disampaikan diatas dapat kita kembangkan menjadi :
  • Pendekatani individu pada Fasilitator
-       Pendekatan hubungan antar Fasilitator (be good): hubungan antar atasan bawahan.
-       Tawar menawar secara IMPLISIF: kombinasi ketegasan dan kebijaksanaan, merupakaN perjanjian tdk tertulis antara atasan & bawahan.
·         Pendekatan Kepada Pekerjaan.
-       Memperluas pekerjaan. Seorang Fasilitator Infra akan merasakan kejenuhan bila yang dilakukannya sepanjang hari hanya menghitung R.A.B, maka disana dibutuhkan peran seorang senior faskel untuk sesekali menugaskan beliau untuk mengawal dan memverifikasi kegiatan ekonomi bergulir.
-       Menetapkan Tujuan pekerjaan, Motivasi akan naik bila tujuan pekerjaannya tergambar jelas.
-       Memberikan kebijaksanaan tersendiri, apabila dalam mengambil keputusan harus menunggu senior faskel dalam memutuskan suatu keputusan dalam masalah, maka sedikit demi sedikit motivasi di dalam tubuh fasilitator akan sirna.
-        
c.    PERAN KOORKOT DALAM MEMOTIVASI

 Koorkot dapat Mempengaruhi motivasi bawahan.
• Melakukan penilaian atas Kemampuan, kompetensi dan kesempatan memainkan peranan dalam motivasi
  Koorkot perlu sensitif terhadap variasi kegiatan Fasilitator, kemampuan dan tujuan.
  Secara terus menerus melakukan pemantauan terhadap kemampuan dan tujuan bawahan.
  Koorkot sebagai model peran bisa berpengaruh dalam motivasi Fasilitator
• Menetapkan tujuan atas perilaku langsung penting bagi program motivasi seperti reward maupun punishment tegas.
Dalam hal memotivasi baik ditingkatan Koorkot maupun ditingkatan Tim tiada salahnya kalau kita mengkoreksi diri sendiri sebelum mengkoreksi orang lain, begitu juga dalam motivasi bila ketika seorang koorkot hanya bisa memotivasi bawahanya tetapi beliau sendiri tidak mempunyai motivasi maka bisa dikatakan juga suatu kebablasan. Akan hal ini coba saya cuplikan dari beberapa buku maupun dari postingan di internet akan motivasi diri sendiri yaitu :

SENI MEMOTIVASI DIRI SENDIRI
•Mengerjakan hal yang tidak menyenangkan menjadi menyenangkan
•Memanfaatkan hadiah alamiah
•Memperbaiki pola berpikir kita
•Memberi makna/arti pada sikap kegiatan yang kita lakukan
•Merumuskan tujuan secara jelas hal-hal yang akan kita lakukan
•Upaya menyelaraskan tujuan pribadi pada tujuan Tim.
•Kemauan untuk melihat setiap persoalan tidak saja dari kepentingan sendiri tapi juga dengan menggunakan kacamata orang lain
•Membuat hidup kita lebih berarti dengan upaya untuk selalu mengaktualisasikan diri kepada masyarakat.

Mungkin ini hanyalah suatu tulisan ringan dari saya disaat senggang, dan ini juga menjadi motivasi diri sendiri disaat membaca web minggu yang lalu dimana padawaktu itu muncul artikel dari web admin “Oktober Sumut sakti dalam menyumbangkan tulisan, tetapi November Sumut Sakit”. Mungkin bukan hanya itu yang memotivasi individu kita tetapi juga dirasa perlu pemikiran bagi teman-teman seperjuangan bahwa dalam menyumbangkan dan pengalaman dalam web ini menjadi nilai tersendiri bagi kita untuk dikembangkan diwilayah tugas masing-masing. Bravo PNPM…! Bravo SUMUT…! Bravo Laskar PNPM Labuhanbatu..
(Penulis: Afrizal Tanjung, Senior Faskel Tim 02 Labuhanbatu Koorkot 7 OC I Sumatera Utara)

0 komentar:

Posting Komentar