Motivasi merupakan satu penggerak dari
dalam hati seseorang fasilitator untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan
PNPM-Mandiri Perkotaan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau
keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata
lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang fasilitator
yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh
kesuksesan dalam menjalankan program, apabila sang fasilitator PNPM sudah tidak
mempunyai motivasi, maka bisa dikatakan PNPM akan diambang kehancuran atau
tutup.
Motivasi
dapat berupa motivasi intrinsic dan ekstrinsic. Motivasi yang bersifat intinsik
adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang fasilitator termotivasi,
fasilitator tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut
bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun bisa juga dikatakan seorang
fasilitator melakukan pekerjaan karena hobbynya. Sedangkan motivasi ekstrinsik
adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan
tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status
ataupun kompensasi. Hal ini juga menjadi sangat penting untuk diperhatikan
manajemen, dimana saat seorang fasilitator mempunyai motivasi yang kuat dalam
melakukan pendampingan ditakutkan akan menjadi kendur disaat apa yang telah
diperbuatnya tidak mendapat perhatian sama sekali.
- TEORI MOTIVASI
Fasilittator yang sukses
dalam karir adalah fasilitator yang memiliki motivasi kerja. Jika seorang
Fasilitator yang memiliki keterampilan begitu memukau dalam program, artinya
dia memiliki motivasi tinggi untuk menguasai keterampilan itu. Jika seseorang
yang mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan cepat, artinya dia memiliki
motivasi kerja yang tinggi. Termasuk mereka yang selalu disiplin bekerja,
karena motivasi kerjanya yang luar biasa. Dalam persaingan kerja dan juga dalam
program pemberdayaan ini bukanlah hal yang mudah. Setiap tahun, akan muncul
ribuan calon fasilitator baru yang siap menggantikan posisi Anda. Belum rekan
kerja bahkan para pelamar barupun bisa mengancam karir kita jika tidak mampu
mempertahankan kinerja yang baik. Jadilah yang terbaik, pertahankan motivasi
kerja kita sebagai seorang fasilitator.
Ada beberapa teori yang saya kemukakan
dalam tulisan ini:
Teori Proses, fokus pada bagaimana dan dengan cara
apa perilaku didorong, diarahkan, dipertahankan, atau dihentikan
a. Teori penguatan - B.F Skinner
b. Teori Harapan - V.Vroom
c. Teori
Keadilan - J.S. Adams
d. Teori Penetapan Tujuan - E.A. Locke
A. TEORI PENGUATAN
•Perilaku fasilitator merupakan fungsi dari
konsekuensi-konsekuensi dalam tugas bidangnya
•Fasilitator
berperilaku tertentu karena belajar dari masa lampau, bahwa perilaku
tertentu dapat mendatangkan hasil yang menyenangkan atau tidak menyenangkan.hal
ini seperti tidak berjalannya progress dianggap bukan karena masalah
fasilitator tetapi karena masalah yang ditinggalkan fasilitator lama, hal ini
sering kita dengar, seharusnya baik fasilitator baru berupaya merubah paradigma
yang salah dimasyarakat dan meluruskan persepsi sehingga program akan berjalan
sebagaimana yang diharapkan
•Teori
penguatan tergantung pada prinsip pengkondisian sang Senior ataupun Koorkot
untuk memotivasi anggotanya agar bisa kembali gairah dalam melaksanakan
pekerjaan.
B. TEORI HARAPAN (EKSPEKTANSI)
- Berkaitan dengan harapan seseorang fasilitator dan
bagaimana mempengaruhi perilaku.akan hal ini akan sangat penting diperhatikan
baik oleh manajemen. Disaat sang Fasilitator menjalankan tugas dengan baik,
maka manajemen memberikan reward bagi sang fasilitator.
- Tingkat kecenderungan untuk bertindak negative harus
diberikan konsekuensi peringatan tegas, dan kebalikannya bila berbuat hal
positif harus diberikan reward
- Contoh : Orang melakukan kerja keras (motivasinya
untuk mendapat/mencapai) nilai tertentu, dan konsekuensi bagi tidak
melakukannya. Untuk hal ini mungkin perlu dicermati karena untuk tugas sebagai
fasilitator ini apa yang dilaksanakan dilapangan dapat berpengaruh baik atau
buruk dalam skala luas ditengah masyarakat
C. TEORI KEADILAN
Dasar:
- Fasilitator akan menyukai perlakuan adil baik dari
perhatian Senior maupun dari korkot hingga jajaran keatas. Akan hal ini sangat
berpengaruh kepada perform baik di Tim faskel maupun di jajaran Korkot akan
perhatian atasannya.
Nilai
:
- Dari rasa keadilan tersebut dapat kita faktorkan Upaya
yang dilakukan fasilitator (hasil yang dilakukan) <>dibandingkan dengan
fasilitator lain <> sebanding hasil yang diterima fasilitator lain (
artinya semua pekerjaan yang dilakukan fasilitator tidak ada pembedaan dan
sebanding dengan yang akan diterimanya.
D.
TEORI PENETAPAN TUJUAN
• Proses penetapan tujuan Tim, yang melibatkan atasan
dan bawahan untuk bekerja sama guna
menetapkan tujuan bawahan dalam periode waktu tertentu.
•Tujuan individu dan kepuasan merupakan penentu utama
perilaku.
•Tujuan:
target tertentu dari seorang fasilitator yang ingin dicapainya.
Dari
apa yang disampaikan diatas hanya merupakan teori ahli yang dapat
diimplementasikan kedalam tugas rutin baik ditingkatan Tim Faskel maupun di
tingkatan korkot.
2.
APA YANG HARUS DILAKUKAN DALAM MEMOTIVASI FASILITATOR
Ketika
teman sebagai fasilitator tidak mempunyai motivasi mungkin hal ini akan menjadi
bom waktu didalam tim yang sewaktu-waktu akan dapat menghancurkan tim itu
sendiri. Apa yang harus kita lakukan ?. Berdiam dirikah…? Atau membiarkan
masalah ini berlarut-larut…? Akan hal ini coba saya kupas dengan pengalaman dilapangan.
Teknik Memotivasi dan Upaya untuk meningkatkan motivasi kerja didalam tim
a. Pendekatan individu kepada fasilitator : memberikan
perlakuan khusus pada individu fasilitator yang sudah inkonsistensi dalam
kerjaannya.
b. Pendekatan kepada pekerjaan : Merancang pekerjaan
khusus meskipun tingkatannya sangat kecil yang dapat memberikan kepuasan batin
fasilitator tsb.
Dari
point yang disampaikan diatas dapat kita kembangkan menjadi :
- Pendekatani individu pada
Fasilitator
-
Pendekatan hubungan antar Fasilitator (be good): hubungan antar
atasan bawahan.
-
Tawar menawar secara IMPLISIF: kombinasi ketegasan dan
kebijaksanaan, merupakaN perjanjian tdk tertulis antara atasan & bawahan.
·
Pendekatan Kepada
Pekerjaan.
- Memperluas pekerjaan. Seorang Fasilitator Infra akan merasakan kejenuhan
bila yang dilakukannya sepanjang hari hanya menghitung R.A.B, maka disana
dibutuhkan peran seorang senior faskel untuk sesekali menugaskan beliau untuk
mengawal dan memverifikasi kegiatan ekonomi bergulir.
- Menetapkan Tujuan pekerjaan, Motivasi akan naik bila tujuan pekerjaannya tergambar
jelas.
- Memberikan kebijaksanaan tersendiri, apabila dalam mengambil keputusan harus menunggu
senior faskel dalam memutuskan suatu keputusan dalam masalah, maka sedikit demi
sedikit motivasi di dalam tubuh fasilitator akan sirna.
-
c.
PERAN KOORKOT DALAM MEMOTIVASI
• Koorkot dapat Mempengaruhi motivasi bawahan.
• Melakukan
penilaian atas Kemampuan, kompetensi dan kesempatan memainkan peranan dalam
motivasi
• Koorkot perlu sensitif terhadap variasi kegiatan
Fasilitator, kemampuan dan tujuan.
• Secara terus menerus melakukan pemantauan
terhadap kemampuan dan tujuan bawahan.
• Koorkot sebagai model peran bisa berpengaruh
dalam motivasi Fasilitator
• Menetapkan
tujuan atas perilaku langsung penting bagi program motivasi seperti reward
maupun punishment tegas.
Dalam
hal memotivasi baik ditingkatan Koorkot maupun ditingkatan Tim tiada salahnya
kalau kita mengkoreksi diri sendiri sebelum mengkoreksi orang lain, begitu juga
dalam motivasi bila ketika seorang koorkot hanya bisa memotivasi bawahanya
tetapi beliau sendiri tidak mempunyai motivasi maka bisa dikatakan juga suatu
kebablasan. Akan hal ini coba saya cuplikan dari beberapa buku maupun dari
postingan di internet akan motivasi diri sendiri yaitu :
SENI
MEMOTIVASI DIRI SENDIRI
•Mengerjakan hal yang tidak menyenangkan menjadi
menyenangkan
•Memanfaatkan hadiah alamiah
•Memperbaiki pola berpikir kita
•Memberi makna/arti pada sikap kegiatan yang kita
lakukan
•Merumuskan tujuan secara jelas hal-hal yang akan kita
lakukan
•Upaya menyelaraskan tujuan pribadi pada tujuan Tim.
•Kemauan untuk melihat setiap persoalan tidak saja
dari kepentingan sendiri tapi juga dengan menggunakan kacamata orang lain
•Membuat
hidup kita lebih berarti dengan upaya untuk selalu mengaktualisasikan diri
kepada masyarakat.
Mungkin
ini hanyalah suatu tulisan ringan dari saya disaat senggang, dan ini juga
menjadi motivasi diri sendiri disaat membaca web minggu yang lalu dimana padawaktu
itu muncul artikel dari web admin “Oktober Sumut sakti dalam menyumbangkan
tulisan, tetapi November Sumut Sakit”. Mungkin bukan hanya itu yang memotivasi
individu kita tetapi juga dirasa perlu pemikiran bagi teman-teman seperjuangan
bahwa dalam menyumbangkan dan pengalaman dalam web ini menjadi nilai tersendiri
bagi kita untuk dikembangkan diwilayah tugas masing-masing. Bravo PNPM…! Bravo
SUMUT…! Bravo Laskar PNPM Labuhanbatu..
(Penulis:
Afrizal Tanjung, Senior Faskel Tim 02 Labuhanbatu Koorkot 7 OC I Sumatera
Utara)


0 komentar:
Posting Komentar