ISTANA JONGKOK DITENGAH PERKAMPUNGAN KUMUH
Istana megah sebagai simbol kemapanan ekonomi berdiri
megah namun angkuh menentang kemapanan istana bawah langit yang berdiri
dikelurahan Kartini dan Sirandorung. Sekitar 20 hingga 30 keluarga yang berada diwilayah
yang dimiliki seorang tua yang bijaksana
masih setia menghuni wilayah tersebut karena beranggapan hanya ini lokasi yang
masih bisa mengerti tentang kondisi mereka yang mulai kepayahan dan sering
kehabisan tenaga bertarung dinegeri yang dikatakan orang sebagai petro
dollarnya Sumatera utara. Sebahagian besar mereka telah memiliki keturunan baru
meski terkadang bukan dengan nasib yang baru. ini terlihat karena keturunan
baru dengn kelurga mereka yang baru tersebut sebagian ada yang masih setia menetap
diistana yang mulai rapuh dimakan usia bersama generasi sebelumnya. Bersabar
dan tetap menjalani hidup karena tuhan pasti punya rencana terbaik untuk
kami.mungkin hanya itu yang ada dalam fikiran, hingga mereka tetap bertahan
diwilayah yang sederhana, tanpa pernah mengeluh kepada sipemilik bahwa mereka
tidak memiliki fasilitas yang layak.
sibijak pemilik lokasi dan setiap
bangunan tersebut bukan tak mau
memberikan kenyamanan bagi para orang disekitarnya, tapi apa lacur biaya yang
diberikan sebagai kewajiban setiap penghuni tidaklah mencukupi, bahkan masih
ada penghuni yang harus menunggak memenuhi kewajibannya. Saya hanya mencoba
membantu dengan apa yang saya miliki jawabnya bijak ketika ditanya.
Tapi itu cerita beberapa bulan
yang lalu karena ditengah istana mereka yang mulai rapuh telah berdiri satu
istana baru. Bangunan ini kelihatan unik bukan karena berada ditengah istana
kumuh penduduknya, tapi karena disalah satu bagian bangunan tersebut terdapat
singgasana yang yang dimilki setiap orang diwilayah tersebut, kami menyebutnya
singgsana jongkok, Bangunan ini luasnya
sekitar 24 M2 yang dibagi dalam 4 ruangan, ya bangunan ini
merupakan sarana MCK yang dibiayai oleh bantuan langsung masyarakat (BLM) pada
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Mandiri Perkotaan (PNPM – MP) di Kelurahan Sirandorung dan Kelurahan
Kartini Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhan Batu tahun 2012. Semoga dengan
bangunan ini masyarakat lebih paham tentang pentingnya arti sebuah penataan
lingkungan demi kepentingan bersama.Karena Program ini mungkin hanya mampu
membantu memberikan motifasi melalui fasilitas yang dibiayai, tapi untuk
keberlanjutannya berada ditangan masyarakat itu sendiri. Karena masyarakat
penerima manfaat melalui organisasi pemelihara dan penerima manfaat harus mampu
menjaga dan memeliharnya hinga semua yang biayai Program ini manfaatnya bisa
terus dinikmati. dan semoga masih ada orang – orang , perusahaan bijak juga
memiliki nilai luhur dan peduli sesama yang mau membantu program ini melalui
swadaya mereka, karena masih banyak lokasi yang butuh kesadaran dan biaya untuk
membenahinya seperti parit dibelakang kompleks Suzuya kelurahan Kartini yang
sangat dibutuhkan masyarakat karena setiap kali hujan maka masyarakat akan
langsung menikmati limpahan air yang dimuntahkan parit tanah tersebut.
Labuhan Batu, Desember 2012
Penulis
(Tim
Faskel 02 Rantau Utara)

0 komentar:
Posting Komentar