Minggu, 23 Desember 2012

ISTANA JONGKOK DITENGAH PERKAMPUNGAN KUMUH

ISTANA JONGKOK DITENGAH PERKAMPUNGAN KUMUH

Istana megah  sebagai simbol kemapanan ekonomi berdiri megah namun angkuh menentang kemapanan istana bawah langit yang berdiri dikelurahan Kartini dan Sirandorung. Sekitar 20 hingga 30 keluarga yang berada diwilayah yang dimiliki seorang  tua yang bijaksana masih setia menghuni wilayah tersebut karena beranggapan hanya ini lokasi yang masih bisa mengerti tentang kondisi mereka yang mulai kepayahan dan sering kehabisan tenaga bertarung dinegeri yang dikatakan orang sebagai petro dollarnya Sumatera utara. Sebahagian besar mereka telah memiliki keturunan baru meski terkadang bukan dengan nasib yang baru. ini terlihat karena keturunan baru dengn kelurga mereka yang baru tersebut sebagian ada yang masih setia menetap diistana yang mulai rapuh dimakan usia bersama generasi sebelumnya. Bersabar dan tetap menjalani hidup karena tuhan pasti punya rencana terbaik untuk kami.mungkin hanya itu yang ada dalam fikiran, hingga mereka tetap bertahan diwilayah yang sederhana, tanpa pernah mengeluh kepada sipemilik bahwa mereka tidak memiliki fasilitas yang  layak.
sibijak pemilik lokasi dan setiap bangunan tersebut  bukan tak mau memberikan kenyamanan bagi para orang disekitarnya, tapi apa lacur biaya yang diberikan sebagai kewajiban setiap penghuni tidaklah mencukupi, bahkan masih ada penghuni yang harus menunggak memenuhi kewajibannya. Saya hanya mencoba membantu dengan apa yang saya miliki jawabnya bijak ketika ditanya.
Tapi itu cerita beberapa bulan yang lalu karena ditengah istana mereka yang mulai rapuh telah berdiri satu istana baru. Bangunan ini kelihatan unik bukan karena berada ditengah istana kumuh penduduknya, tapi karena disalah satu bagian bangunan tersebut terdapat singgasana yang yang dimilki setiap orang diwilayah tersebut, kami menyebutnya singgsana jongkok,  Bangunan ini luasnya sekitar 24 M2 yang dibagi dalam 4 ruangan, ya bangunan ini merupakan sarana MCK yang dibiayai oleh bantuan langsung masyarakat (BLM) pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  Mandiri Perkotaan (PNPM – MP) di Kelurahan Sirandorung dan Kelurahan Kartini Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhan Batu tahun 2012. Semoga dengan bangunan ini masyarakat lebih paham tentang pentingnya arti sebuah penataan lingkungan demi kepentingan bersama.Karena Program ini mungkin hanya mampu membantu memberikan motifasi melalui fasilitas yang dibiayai, tapi untuk keberlanjutannya berada ditangan masyarakat itu sendiri. Karena masyarakat penerima manfaat melalui organisasi pemelihara dan penerima manfaat harus mampu menjaga dan memeliharnya hinga semua yang biayai Program ini manfaatnya bisa terus dinikmati. dan semoga masih ada orang – orang , perusahaan bijak juga memiliki nilai luhur dan peduli sesama yang mau membantu program ini melalui swadaya mereka, karena masih banyak lokasi yang butuh kesadaran dan biaya untuk membenahinya seperti parit dibelakang kompleks Suzuya kelurahan Kartini yang sangat dibutuhkan masyarakat karena setiap kali hujan maka masyarakat akan langsung menikmati limpahan air yang dimuntahkan parit tanah tersebut.
                                                      

                                                       Labuhan Batu, Desember 2012
                                                       Penulis


                                                       (Tim Faskel 02 Rantau Utara)

0 komentar:

Posting Komentar